#pd-himawan, Berita

Ini Pesan-Pesan KH Chalwani pada Pertemuan Alumni PD Himawan Purworejo

PURWOREJO, himawan.org – Ratusan alumni yang tergabung dalam Pengurus Daerah Himpunan Alumni dan Wali Santri An-Nawawi (PD Himawan) Kabupaten Purworejo kembali mempererat tali silaturahmi dalam pertemuan rutin, Senin (11/05/2026) di Masjid Baitul Izzah Lugosobo, Kecanatan Gebang Kabupaten Purworejo.

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, KH Chalwani, menyampaikan sejumlah pesan penting terkait keberkahan berkumpul hingga keutamaan bulan Dzulqa’dah.

Membuka arahannya, KH Chalwani mengutip pesan dari KH Imam Yahya Mahrus Lirboyo mengenai besarnya keutamaan berkumpulnya para alumni.

“Alumni kumpul saja itu sudah mendapatkan barokah, apalagi jika perkumpulan tersebut diisi dengan mengaji dan bermujahadah,” tuturnya.

KH Chalwani menjelaskan bahwa saat ini kita berada di bulan Dzulqa’dah, sebuah bulan yang sering disebut sebagai “Sasi Njagong” karena situasinya yang relatif lebih tenang dibandingkan kesibukan di bulan Syawal maupun Dzulhijjah.

Beliau mengingatkan bahwa Dzulqa’dah termasuk dalam empat bulan mulia (Asyhurul Hurum). Di Indonesia, bulan-bulan mulia ini dikenal dengan istilah “tiga berurutan” yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah (Besar), dan Muharram (Suro), serta satu yang terpisah yaitu Rajab.

“Di bulan mulia ini, pahala amal kebaikan akan dilipatgandakan menjadi 70 kali lipat. Namun sebaliknya, dosa maksiat pun juga dilipatgandakan 70 kali lipat. Maka, jaga ibadah kita,” tegas KH Chalwani.

Beliau juga memotivasi jamaah untuk melaksanakan puasa sunnah tiga hari di bulan haram ini. Barang siapa yang berpuasa tiga hari pada hari Kamis, Jum’at dan Sabtu di bulan mulia akan dicatat pahala ibadah yang sangat besar, setara dengan ibadah 900 tahun.

Terkait pendidikan keluarga, KH Chalwani berpesan agar orang tua tak putus mendoakan anak-anaknya agar memiliki semangat mengaji.

Beliau menganjurkan pembacaan dzikir “La ilaha illallah Al-Malikul Haqqul Mubin, Muhammdurrosulullah, Shodiqul Wa’dil Amin” sebagai bagian dari laku spiritual orang tua untuk anak. ” Sambil momong atau mau tidur dibacakan ini. Bagus sekali fadhilahnya. Agar sang anak senang ngaji,” terangnya.

Selain itu, memasuki musim haji, beliau menganjurkan para alumni untuk melakukan tradisi “tilik haji” atau mengunjungi calon jamaah haji guna memohon doa dari mereka.

Dalam pertemuan tersebut, KH Chalwani berpesan agar pembacaan Hizb Bukhori saat pertemuan Himawan terus dilanjutkan. Amalan tersebut bersumber dari KH Dalhar (Mbah Mad) Watucongol.

Amalan ini dimaksudkan sebagai ikhtiar batin untuk menanggulangi bencana akidah ditengah gempuran akidah yang berseberangan dengan aqidah ahlussunah wal jamaah pada akhir zaman ini.

Beliau juga menekankan pentingnya mengamalkan Waqiah Fadhilah karena fadhilahnya yang luar biasa.

Terakhir, beliau menyampaikan agar para alumni merutinkan tradisi Berjanjen (pembacaan Kitab Barzanji) di desa mushola atau masjidnya masing-masing.

“Jika di desa-desa sering diadakan Berjanjen dan dibacakan Srakal, maka setan akan lari. Apalagi Srakal itu dibawakan dengan lagu-lagu tinggalan para Wali,” pungkasnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *